MEMPEKERJAKAN KARYAWAN DALAM IKATAN KERJA OUTSOURC (ALIH DAYA)

Mempekerjakan karyawan dalam ikatan kerja outsoucing (alih daya) saat ini masih menjadi trend atau model bagi pemilik atau pemimpin perusahaan baik itu perusahaan milik negara maupun perusahaan milik swasta. Banyak perusahaan outsourcing menawarkan ke perusahaan-perusahaan pemberi kerja, sehingga perusahaan yang memerlukan tenaga tidak perlu susah-susah mencari, menyeleksi dan melatih tenaga kerja yang dibutuhkan.

Fenomena memilih kebijakan untuk menggunakan tenaga kerja outsourcing semakin bertambah saat terjadinya krisis ekonomi global yang melanda dunia termasuk Indonesia. Banyak perusahaan yang mengalami penurunan tingkat penjualan, sedangkan di lain pihak kebutuhan biaya hidup karyawan meningkat karena kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, maka terjadilah konflik antara karyawan yang menuntut kenaikan upah tetapi manajemen kesulitan memenuhi karena kondisi perusahaan menurun.

Penggunaan tenaga kerja outsourcing di negara-negara maju merupakan kebijakan perusahaan yang wajar dan memang harus dilakukan, karena besarnya perusahaan dan banyaknya jenis pekerjaan yang tentunya membutuhkan banyak jenis keahlian sehingga tidak memungkinkan perusahaan menyediakan tenaga kerja secara keseluruhan.

Selain itu ada pertimbangan biaya dan pertimbangan sosial, seperti pendapat di bawah ini :

  1. Perusahaan tidak memiliki fasilitas lengkap yang diperlukan untuk proses bisnis (SDM, mesin, tempat, dan lain-lain).
  2. Menghindari investasi yang kurang menguntungkan dari segi ekonomi.
  3. Walaupun sudah punya fasilitas untuk proses bisnis, tetapi fasilitas luar perusahaan lebih murah dibandingkan fasilitas internal.
  4. Meminimumkan resiko sosial dari outsourcing SDM, dan resiko biaya akibat kesalahan pekerjaan.
  5. Kualitas service untuk kepuasan pelanggan.
  6. Peningkatan volume produk.
  7. Permintaan volume pasar yang kurang stabil.
  8. Perusahaan lebih fokus pada core competence dan core business.
  9. Secara umum mengakomodasi fungsi-fungsi yang unik.
  10. Transfer pengetahuan kepada karyawan internal.
  11. Kompetensi kontraktor yang dapat diakomodasi dan diorganisasi dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berkompetisi.

Di Indonesia, kecenderungan meningkatnya penggunaan tenaga kerja outsourcing oleh manajemen atas faktor pertimbangan butir 4 pendapat Reddy (2001) diatas yakni meminimumkan resiko sosial. Kebijakan tersebut lebih berorientasi jangka pendek.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang mengatur pengelolaan tenaga kerja outsourcing di Indonesia.